Sebentar…
Sebentar…
Tarian, ritual, musik, kuliner, dan arsitektur adat Banyuwangi
Menampilkan 13 tradisi budaya
Tarian ikonik Banyuwangi yang melambangkan rasa syukur atas panen dan kesuburan.
Seluruh Banyuwangi, terutama Desa Kemiren
Ritual tarian trance sakral Suku Osing yang dilakukan untuk mengusir roh jahat dan mendatangkan keselamatan desa.
Desa Olehsari dan Desa Bakungan, Banyuwangi
Seni pertunjukan mistis dengan kostum singa/barong besar yang dimainkan secara kesurupan oleh pemain.
Berbagai desa di Banyuwangi
Ritual unik dimana warga desa berubah peran sebagai kerbau untuk memohon kesuburan tanah dan panen yang baik.
Desa Alasmalang dan Desa Aliyan, Banyuwangi
Ritual mengelilingi desa sambil membawa sesaji untuk memohon keselamatan dan tolak bala.
Desa Kemiren dan desa-desa Osing lainnya
Musik tradisional khas Banyuwangi yang memadukan kendang, kempul, biola, dan gitar dengan melodi yang khas.
Seluruh Banyuwangi
Tradisi adu angklung antar kampung di Banyuwangi yang berbeda dari angklung Sunda.
Area pedesaan Banyuwangi
Kuliner ikonik Banyuwangi yang memadukan rujak petis dan soto dalam satu mangkuk — perpaduan unik yang mengejutkan.
Seluruh Banyuwangi
Ayam kampung rebus dengan bumbu kelapa parut, kunyit, dan rempah Osing yang khas dan gurih.
Rumah-rumah dan warung makan Osing, Banyuwangi
Rumah tradisional Suku Osing dengan ciri khas atap miring berbentuk limasan yang unik dan bermakna filosofis.
Desa Kemiren dan desa-desa adat Osing lainnya
Selamatan desa terbesar Suku Osing — seribu tumpeng pecel pitik disantap bersama di sepanjang jalan Desa Kemiren.
Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi
Tradisi menjemur kasur hitam-merah secara serentak sedesa — ritual bersih diri lahir dan batin Suku Osing.
Desa Kemiren, Kecamatan Glagah, Banyuwangi
Motif batik tertua dan paling dihormati di Banyuwangi — sulur berkepala belalai gajah sebagai pengingat kepada Sang Pencipta.
Sentra batik Banyuwangi — Desa Temenggungan, Kliwon, dan Jajag