Rumah Adat Osing memiliki ciri khas berupa atap limasan yang asimetris — sisi depan lebih rendah dari sisi belakang. Desain ini bukan sekadar estetika, melainkan memiliki makna filosofis: bagian depan yang rendah melambangkan kerendahan hati saat menerima tamu, bagian belakang yang tinggi melambangkan tempat keluarga yang dihormati. Dinding rumah Osing tradisional terbuat dari gedhek (anyaman bambu) dan kayu jati.
Yang perlu diketahui
- Atap limasan asimetris adalah ciri khas yang tidak ada di budaya lain
- Dinding tradisional terbuat dari anyaman bambu (gedhek)
- Setiap bagian rumah memiliki nama dan makna filosofis tersendiri
- Desa Kemiren menjadi desa adat pelestari rumah Osing terbaik
- Orientasi rumah menghadap utara-selatan berdasarkan kepercayaan adat
Kosakata dalam Rumah Adat Osing
Kata Osing yang muncul di uraian ini — ketuk pengeras suara untuk mendengar pelafalannya.
- GedhekGedhek / Dinding bambu anyam
- KemirenDesa Kemiren / Desa adat Osing
- Osing / SingTidak / Bukan/o.sɪŋ / sɪŋ/
- BambuBambu / Pring