Angklung Caruk adalah tradisi unik Banyuwangi dimana dua grup angklung dari desa berbeda saling beradu memainkan lagu. 'Caruk' berarti bertemu/beradu dalam bahasa Osing. Angklung Banyuwangi memiliki nada dan tangga nada yang berbeda dari Angklung Sunda yang lebih dikenal. Tradisi ini merupakan bentuk hiburan sekaligus ajang mempererat hubungan antar kampung.
Yang perlu diketahui
- Angklung Banyuwangi memiliki nada yang berbeda dari Angklung Sunda
- Caruk artinya 'bertemu' atau 'beradu'
- Tradisi ini mempererat hubungan antar desa
- Biasanya diadakan di alun-alun desa atau lapangan terbuka
- Penonton ikut bersorak dan memandu pemain
Kosakata dalam Angklung Caruk
Kata Osing yang muncul di uraian ini — ketuk pengeras suara untuk mendengar pelafalannya.
- Angklung BanyuwangiAngklung Banyuwangi / Musik bambu lokal
- Angklung CarukTradisi adu angklung antar kampung
- Alun-alunAlun-alun / Pusat kota
- LapanganLapangan / Tanah lapang
- Osing / SingTidak / Bukan/o.sɪŋ / sɪŋ/
- TanggaTetangga / Orang sekitar rumah