Pada pagi hari rangkaian Tumpeng Sewu, seluruh warga Desa Kemiren mengeluarkan kasur mereka dan menjemurnya serentak di depan rumah. Kasur Osing selalu berwarna sama: hitam di badan kasur dan merah di bagian tepi. Hitam melambangkan kelanggengan rumah tangga, merah melambangkan keberanian dan semangat hidup. Kasur dijemur, dipukul-pukul dengan rotan, lalu ditaburi air kembang. Maknanya adalah membuang sengkala — membersihkan penyakit dan kesialan dari tempat paling intim dalam rumah. Deretan kasur hitam-merah sepanjang jalan desa menjadi salah satu pemandangan paling ikonik Banyuwangi.
Yang perlu diketahui
- Kasur Osing selalu hitam dengan tepi merah, tidak pernah motif lain
- Hitam melambangkan kelanggengan rumah tangga, merah melambangkan keberanian
- Kasur dipukul dengan rotan lalu ditaburi air kembang
- Dilakukan serentak sedesa pada pagi hari, sebelum Tumpeng Sewu
- Kasur dianggap warisan — banyak yang diturunkan lintas generasi
- Dimaknai sebagai tolak bala sekaligus bersih diri lahir batin
Kosakata dalam Mepe Kasur
Kata Osing yang muncul di uraian ini — ketuk pengeras suara untuk mendengar pelafalannya.
- TumpengTumpeng / Nasi kerucut upacara
- BanyuwangiBanyuwangi / Kota Gandrung
- KemirenDesa Kemiren / Desa adat Osing
- Osing / SingTidak / Bukan/o.sɪŋ / sɪŋ/
- PalingPaling / Ter- (superlative)
- SemangatSemangat / Antusias / Bersemangat
- SewuSeribu (1000)
- TanggaTetangga / Orang sekitar rumah
- BanyakBebek / Itik
- KasurKasur / Tempat tidur
- KembangBunga
Lanjutkan menelusuri
Ritual Seblang
Ritual tarian trance sakral Suku Osing yang dilakukan untuk mengusir roh jahat dan mendatangkan keselamatan desa.
Ritual & UpacaraKebo-Keboan
Ritual unik dimana warga desa berubah peran sebagai kerbau untuk memohon kesuburan tanah dan panen yang baik.
Ritual & UpacaraIder Bumi
Ritual mengelilingi desa sambil membawa sesaji untuk memohon keselamatan dan tolak bala.