Sebentar…
Sebentar…
Platform pelestarian Bahasa Osing Banyuwangi untuk generasi mendatang
Weling (dari kata weling dalam Bahasa Osing, yang berarti pesan atau amanat leluhur) adalah platform digital untuk belajar dan melestarikan Bahasa Osing — bahasa asli Suku Osing Banyuwangi, Jawa Timur.
Platform ini hadir sebagai respons atas terancam punahnya Bahasa Osing. Dengan hanya sekitar 300.000 penutur aktif yang mayoritas sudah lansia, Bahasa Osing membutuhkan upaya pelestarian segera sebelum pengetahuan ini hilang selamanya.
Suku Osing (juga disebut Suku Using atau Wong Osing) adalah penduduk asli Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Mereka adalah keturunan langsung dari Kerajaan Blambangan — salah satu kerajaan Hindu terakhir di Jawa yang berdiri sejak abad ke-13 hingga abad ke-18.
Berbeda dari Suku Jawa pada umumnya, Suku Osing memiliki bahasa, adat istiadat, kesenian, dan kepercayaan yang unik — perpaduan pengaruh Jawa, Bali, dan unsur lokal Blambangan yang tidak ditemukan di tempat lain.
Kesenian khas Suku Osing antara lain Tari Gandrung, Ritual Seblang, Seni Barong, Kebo-keboan, dan musik Kendang Kempul — semuanya diakui sebagai Warisan Budaya Tak Benda nasional.
Banyuwangi adalah kabupaten terluas di Jawa, terletak di ujung timur Pulau Jawa berbatasan langsung dengan Bali. Nama Banyuwangi berasal dari legenda Sri Tanjung — banyu berarti air, wangi berarti harum.
Luas Wilayah
5.782 km²
Populasi
~1,7 juta
Ibu Kota
Kota Banyuwangi
Julukan
Sunrise of Java
Gunung
Ijen, Raung, Merapi
Pantai
Puluhan pantai eksotis
Mendokumentasikan dan memdigitalisasikan kosakata Bahasa Osing secara komprehensif
Menyediakan platform belajar yang interaktif dan mudah diakses oleh semua generasi
Melestarikan cerita rakyat dan tradisi lisan Suku Osing dalam format digital
Membangun kebanggaan dan kesadaran budaya di kalangan generasi muda Banyuwangi
Menjaga warisan budaya Osing agar tetap hidup di tengah arus globalisasi